psikologi anak
images source : Google

17 Peran Penting Orang Tua dalam Psikologi Anak

Menjadi orang tua yang baik adalah keinginan yang sebagian besar dari kita ingin capai. Peran orang tua pada masa anak usia dini merupakan salah satu pengaruh terbesar dalam membentuk kepribadian anak. Bagaimana orang tua terlibat dalam hubungan dengan anak-anak mereka secara langsung mempengaruhi perkembangan anak mereka. Ketika anak-anak tumbuh dewasa, adalah tanggung jawab orang tua untuk menyediakan lingkungan yang dapat membantu anak-anak tumbuh menjadi orang dewasa yang matang, sensitif, dan percaya diri. Sering terlihat bahwa banyak orang tua bertindak ekstrem karena terlalu penuh kasih sayang atau terlalu disiplin.

Namun, peran orang tua yang berlebihan dalam psikologi anak akan membuat anak yang akan menderita dan akibatnya bisa kehilangan rasa percaya diri. Hilangnya rasa percaya diri akan menyebabkan kurangnya rasa percaya diri dan di masa depan, anak mungkin tidak dapat menghadapi tantangan hidup dengan sukses. Mengasuh anak hanya akan berhasil ketika anak belajar menghadapi tantangan terberat dalam hidup dengan tenang dan belajar untuk melanjutkan hidup ketika masalahnya selesai.

Berperan Baik dalam Pertumbuhan Psikologi Anak

Peran orang tua dalam psikologi anak yang baik dapat dicapai dengan cara-cara berikut:

1. Biarkan anak menjadi dirinya sendiri

Jangan pernah berasumsi bahwa anak Anda adalah orang yang sama dengan Anda. Sebagai orang tua, Anda harus menerima anak Anda apa adanya dan apa adanya, dan tidak menghakimi setiap tindakan dan perilakunya. Contoh peran orang tua dalam psikologi anak, jika anak introvert dan Anda adalah orang yang terbuka, jangan paksa anak untuk menjadi seperti Anda. Biarkan anak meluangkan waktu untuk mengenal diri sendiri dan belajar tentang lingkungan di sekitar mereka untuk cara meningkatkan harga diri pada anak dan mengembangkan karakteristik anak usia dini.

2. Jangan menahan anak

Sebagai orang tua, kita cenderung merasa paling tahu apa yang terbaik untuk anak-anak kita dan berusaha mengendalikan hidup mereka dari segala kegagalan yang bisa terjadi dalam setiap tindakan mereka. Namun, ingatlah bahwa anak-anak masih dalam proses belajar, bereksperimen dan mengeksplorasi kehidupan mereka.

3. Biarkan anak membuat pilihan

Biarkan anak mengambil keputusan sendiri dalam batas-batas tertentu, juga mengambil tindakan dan mendapatkan hasilnya. Ini adalah satu-satunya cara anak Anda dapat mempelajari pelajaran hidup yang akan membantu mereka menangani situasi di dunia nyata tanpa Anda. Jangan menggendong anak untuk menyelamatkannya dari kegagalan yang belum tentu terjadi, tetapi selalu menemani anak dan memberikan bantuan kapan pun anak membutuhkannya. Tunjukkan rasa percaya diri Anda pada kemampuan anak Anda. Jika orang tua meragukan kemampuan anaknya, maka anak juga akan meragukan kemampuannya sendiri.

Baca Juga :  4 Cara Efektif Kelola Biaya Pendidikan Anak

4. Hargai perasaan anak

Kapan pun seorang anak menunjukkan perasaan negatif atau buruk tentang suatu masalah, orang tua sering kali langsung menghancurkan perasaan itu. Ini adalah tindakan terburuk karena anak tidak akan pernah harus menghadapi perasaan seperti itu dan bagaimana menghadapinya. Cara yang benar adalah dengan menerima perasaan anak, baik atau buruk dan biarkan anak menghadapinya dengan caranya sendiri. Ini adalah emosi yang akan membuat seseorang mengambil tindakan benar atau salah. Anda bisa memeluknya dan mendengarkan perasaan anak. Lambat laun anak akan belajar mengelola emosinya dengan kedewasaan dan kedewasaan.

5. Biarkan anak yang bertanggung jawab

Biarkan anak menerima konsekuensi untuk setiap tindakan dan perilakunya. Jangan lari untuk menyelamatkan setiap kali anak berada dalam kesulitan. Perlahan-lahan anak akan belajar membuat keputusan yang dapat dia tangani sendiri, dan membantu anak untuk lebih realistis tentang kekuatan dan kelemahannya sendiri. Ketika beranjak dewasa, anak akan merasa mandiri dan bebas menentukan tindakannya sendiri untuk menjadi dewasa yang dewasa dan percaya diri.

6. Disiplin untuk mengajar, bukan menghukum

Perilaku orang tua akan menjadi acuan kuat bagi perilaku anak berupa peran orang tua dalam psikologi anak. Meskipun penerapan disiplin pada anak usia dini sangat penting, namun tidak kalah pentingnya untuk mendidik anak sekaligus mendisiplinkannya. Jangan menerapkan disiplin untuk menghukum anak. Jika anak Anda menunjukkan perilaku buruk, atasi dengan tenang dan kendalikan diri. Cobalah untuk memahami alasan di balik perilaku anak dan bagaimana perasaan anak tersebut. Tangani situasi sampai anak belajar dari perilaku tersebut.

7. Memenuhi kebutuhan hidup anak

Kebutuhan biologis anak seperti makanan, minuman, kesehatan, udara, tidur, rekreasi dan sebagainya merupakan peran utama orang tua dalam psikologi anak. Anak yang terpenuhi kebutuhan biologisnya cenderung memiliki psikologis yang sehat pula. Mengetahui juga tentang peran psikologi kepribadian dalam memahami anak usia dini dan pendekatan psikologis dalam membentuk kepribadian anak.

8. Melindungi anak-anak

Orang tua harus memastikan bahwa lingkungan anak aman. Beri tahu anak apa yang aman untuk dilakukan dan apa yang tidak aman dilakukan sebelum anak bereksplorasi. Ajari anak tentang apa yang benar dan salah dan apa yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Tujuannya untuk melindungi anak dari bahaya dan menjaga anak supaya tetap aman.

Baca Juga :  6 Cara Menjadi Ayah yang Baik untuk Anak Perempuan

9. Menyediakan lingkungan yang optimal

Orang tua harus menyediakan lingkungan yang aman, nyaman dan mendukung untuk memungkinkan anak-anak mereka tumbuh dengan sehat. Untuk perkembangan yang optimal, anak membutuhkan lingkungan rumah yang memadai, suasana yang positif dan toleran, kondisi untuk perubahan positif dan lingkungannya, kesempatan untuk mengeksplorasi dan mengalami berbagai hal di lingkungannya, rutinitas yang konstan, dan sebagainya.

10. Mendidik dan mengajar anak-anak

Peran orang tua dalam psikologi anak tidak sebatas menyediakan pangan, sandang dan perlindungan, tetapi juga harus mendidik dan mendidik anak, membentuk pengetahuan dan karakternya, untuk mempersiapkan anak menghadapi dunia nyata. Ajari anak-anak bagaimana menulis, membaca, berjalan dan berbicara dan segala sesuatu yang lain dengan pengertian dan kesabaran.

11. Membimbing, mengarahkan dan membantu anak

Peran orang tua dalam psikologi anak adalah memberikan bimbingan, arahan dan bantuan kepada anak dengan berbagai cara agar anak dapat menjalani proses belajar dengan baik dan terarah. Orang tua harus mampu menjadi pengamat yang baik, mampu memberikan pandangan tentang perilaku, suasana hati dan aktivitas anak serta menjadi instruktur yang baik bagi anak. Ketika anak masih kecil, tentunya orang tua akan membuat keputusan untuknya, namun seiring bertambahnya usia anak, orang tua akan memberikan arahan dan bantuan yang cukup agar anak dapat mengambil keputusan sendiri.

12. Dukung dan motivasi anak

Orang tua harus mendukung anak dalam batas-batas yang wajar dan juga memotivasi anak agar ia dapat belajar tentang lingkungannya dengan lancar. Orang tua juga perlu mengetahui karakter anaknya dengan baik agar dapat menentukan cara terbaik untuk memotivasi dan menyemangati anak. Dengarkan pendapat anak dan jangan memaksakan pendapat pribadi, bimbing anak dengan tepat dan beri nasihat daripada menyuruh anak melakukan sesuatu. Memotivasi anak penting dilakukan jika orang tua ingin anaknya berhasil mencapai cita-citanya.

13. Merawat kemampuan sosial dan emosional anak

Salah satu peran orang tua dalam psikologi anak adalah memastikan anak berada dalam kondisi emosional yang baik. Ada beberapa faktor yang terlibat, seperti berbicara dengan tenang, pujian, dorongan, perhatian dan kasih sayang, dan sebagainya. Hindari faktor negatif seperti sarkasme, hinaan, penelantaran atau bullying terhadap anak. Setiap anak adalah unik, oleh karena itu Anda tidak dapat membandingkan anak Anda dengan anak-anak lain apalagi jika Anda mengamati kekurangan seorang anak.

Baca Juga :  Peranan Penting Keluarga Dalam Pendidikan Nilai Dan Karakter

14. Mengikuti pelajaran sekolah anak

Orang tua juga perlu mengambil pelajaran di sekolah anaknya untuk dapat menyeimbangkan perkembangan kognitif anaknya dan dari segi akademik. Hal ini dapat tercapai jika orang tua juga mengikuti perkembangan pendidikan dan kegiatan anak di sekolah, termasuk mata pelajaran yang diberikan kepada anak serta nilai-nilai dan perkembangan anak di sekolah.

15. Bekerja sama dengan guru di sekolah

Kebutuhan bekerja sama dengan guru di sekolah anak harus dilakukan oleh orang tua agar pendidikan anaknya tetap pada jalurnya dan mengetahui kendala apa yang dihadapi anak, serta kemajuan yang dialami anak selama di sekolah. Peran sekolah dalam pendidikan karakter anak juga tidak kalah pentingnya. Oleh karena itu, penting juga untuk menjaga hubungan baik dengan guru anak di sekolah agar dapat menjalin kerjasama yang baik, dan meminimalkan risiko gangguan psikologis pada anak usia sekolah.

16. Berikan contoh yang baik

Orang tua harus menjadi panutan yang baik bagi anak agar anak memiliki panutan yang dapat diteladani. Apapun sikap yang ingin ditiru oleh anak, orang tua harus memastikan untuk menunjukkannya kepada anak terlebih dahulu. Hal ini akan lebih mudah karena pada dasarnya anak belajar melalui peniruan.

17. Konsisten

Sikap orang tua yang konsisten dalam segala hal juga akan membantu membentuk anak yang lebih stabil secara psikologis, karena anak tidak terombang-ambing oleh berbagai aturan dan pola asuh yang berbeda antara kedua orang tuanya. Konsistensi dalam mengasuh anak, menetapkan aturan, memberi contoh dan sebagainya perlu dilakukan oleh orang tua.

Sebagai orang tua Anda harus dapat memegang peran orang tua dalam psikologi anak dengan tegas dan tabah, melakukan yang terbaik untuk anak dengan risiko Anda sendiri dengan tetap menempatkan keselamatan anak sebagai hal yang utama. Jadilah orang tua yang memberi secara emosional bukan menerima, memberi dan terus memberi, tetapi sekaligus juga menuntut anak berupa ketaatan terhadap perannya sebagai anak di sekolah dan keluarga. Orang tua juga akan menjalani proses belajar yang berkesinambungan, bersama-sama dengan anak-anaknya dan merupakan proses seumur hidup yang terus menerus.

About administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published.