anak menangis di tempat umum
images source : freepik.com

Bila Anak Menangis Dan Marah Di Tempat Umum, Apa Yang Harus Dilakukan Orang Tua ?

BINGUNG ORANG TUA KETIKA ANAKNYA MENANGIS DAN MARAH DI TEMPAT UMUM MINTA SESUATU….

Hampir setiap akhir pekan ketika saya pergi ke Mall atau Kedai untuk makan saya selalu bertemu orang tua yang bingung harus berbuat apa ketika anak mereka mulai merengek kemudian terus rewel dan mengamuk. Saya sering melihatnya, berpikir, ah, sayang sekali jika hanya orang tua yang mau belajar parenting, mereka pasti tidak akan kebingungan seperti ini.

Dalam kebingungan, orang tua sering melakukan pola asuh yang salah, seperti mengancam akan memanggil satpam, mengancam untuk tidak diajak lagi ke mall dan puluhan jenis ancaman lainnya, yang seringkali hanya berupa ancaman untuk menggertak atau menakut-nakuti anaknya agar berhenti mengamuk, tapi sayangnya karena hanya Omong-omong alias NATO No Action Talk Only, maka si anak tidak berhenti mengamuk dan malah semakin eskalasi.

Hingga akhirnya orang tua menyerah mengikuti keinginan anak sambil terus menyalahkan anak, padahal kesalahan ada pada dirinya yang tidak mau belajar mengasuh anak. Tentu saja saya hanya bisa memandanginya saja, karena biasanya jika kita tidak diminta atau diminta lalu memberi nasehat, saya khawatir mereka akan malu dan marah, karena memang begitulah umumnya.

Langsung saja kita simak artikel yang saya tulis ini semoga ada orang tua yang mau belajar parenting tanpa merasa tersinggung. Mari belajar mengatur anak yang suka merengek atau mengamuk, memaksakan kehendaknya, apalagi saat di tempat umum seperti restoran, kasir, taman bermain anak dll.

TANTRUM adalah suatu kondisi emosional yang biasa dialami oleh anak usia 1-4 tahun, terjadi pada anak yang belum mampu menggunakan kata-kata untuk mengungkapkan rasa frustrasinya karena keinginannya tidak terpenuhi, atau hanya ingin mendapatkan perhatian dari orang lain. hanya tua.

Baca Juga :  Merencanakan Pembiayaan Pendidikan Anak

Catatan: Namun jika perilaku tantrum ini tidak ditangani dengan baik maka akan terbawa ke DEWASA. ====== Coba ingat teman-teman kita, ada beberapa yang sudah dewasa tapi mudah “mengamuk” alias Tantrum jika keinginannya tidak dituruti… ? Sehingga sangat penting bagi orang tua untuk mengelola perilaku tantrum ini agar tidak terbawa hingga dewasa.

Di sekolah kami, proses penanganan tantrum harus selesai saat anak berusia 7 tahun atau saat masuk SD kelas 1 Berikut tips ayah Edy dalam mengelola anak tantrum atau tantrum memaksakan kehendak Hal yang perlu diingat saat berhadapan dengan tantrum, orang tua tenang dan datar tanpa emosi. (jangan marah-marah seperti anak kecil, nanti jadi anak dan orang tua yang tantrum bareng) *** Tujuan kita mengingat Anger Management (mengatur amarah anak). Tanggapan orang tua harus didasarkan pada tujuan itu.

Godaan terbesar orang tua adalah sering merasa khawatir atau malu dilihat orang sebagai orang tua yang gagal. Padahal orang yang melihat kita belum tentu bertahun-tahun menangani tantrum anaknya dengan cara yang benar.

Jadi santai saja…. Orang tua tidak perlu malu. Perilaku tantrum banyak terjadi pada anak dan banyak keluarga. Fenomena ini terjadi pada 9 dari 10 keluarga di Indonesia maupun di dunia. Tunjukkan bahwa Anda tidak panik dan tenang. Anak Anda harus melihat bahwa Anda tidak bisa dipaksa atau ditekan oleh perilaku negatif mereka. Ketika anak Anda mengamuk di depan umum, ingatlah bahwa ia dapat mengganggu orang lain. Jadi, pindahkan aksi ke tempat lain yang lebih luas, lebih bebas, jauh dari banyak orang.

Jangan lupa untuk mengomunikasikan transfer kepada anak. Misalnya: “Kamu mau marah? Kami pindah ke sini. Di sini kamu mohon marah.” (cari tempat yang agak kosong dan bebas dari keramaian dan pindahkan anak Anda ke tempat itu, meski kadang harus digendong dengan paksa) Saat anak Anda menangis sambil bertingkah, jangan buru-buru merespon. “Sabar, tunggu sampai dia merasa lelah,” Sabar adalah kuncinya. Anda mungkin bisa menunggu 30 menit bahkan hingga 1 jam sampai anak lelah..! Dulu, ketika saya masih mendidik anak saya yang tantrum, biasanya kalau dia marah saya menunggunya sambil membaca buku. Santai saja, tidak menjawab jika kita memintanya seolah-olah kita terganggu dengan kelakuannya dan anak kita kena angin dan dia akan bertindak lebih dan lebih. Dan setiap 15 menit Anda bertanya, apakah Anda sudah selesai atau masih ingin marah, jika Anda masih ingin marah, silakan lanjutkan … tetapi setelah selesai, mari kita bicara baik-baik. Setelah itu biasanya anak merasa angin dan marah lagi….Biarlah, kami tetap tenang tanpa merasa terganggu atau tertekan.Biasanya saya kembali membaca buku saya, dan seterusnya sampai l anak merasa tidak berguna menangis, berteriak, dll karena tidak bisa menekan orang tuanya.

Baca Juga :  13 Cara Mengajarkan Anak Percaya Diri

Biasanya pada akhirnya dia akan lelah dan menyadari hal ini, ketika dia mulai diam kemudian bertanya lagi apakah dia sudah selesai atau masih ingin terus marah. Jika dia tetap diam dan tidak marah-marah atau mengamuk lagi, itu tandanya dia sudah mengibarkan bendera putih alias mengalah dan siap untuk berubah. Ketika anak sudah mengibarkan bendera putih karena lelah, maka berikan pendidikan verbal. Tanyakan alasan perilakunya, tunjukkan kesalahannya sampai dia mengakuinya, lalu ajari dia cara yang benar untuk meminta sesuatu.

Ajarkan juga bahwa tidak setiap permintaan harus dikabulkan, semua tergantung situasi, situasi keuangan, dan yang terpenting PERJANJIAN. (Biasakan membuat janji sebelum berangkat, jika anak kita sering berperilaku merengek atau mengamuk) Pujilah, jika anak kita menerima semua penjelasan dan nasehat kita. Ini agar dia tahu bahwa sikap positif akan dihargai dan sikap negatif akan dihukum. Jangan sampai tantrum menjadi kebiasaan buruk dan menjadi senjata anak.

Beri dia sanksi jika dia mengulangi. Sanksi yang paling baik adalah mengurangi atau menghilangkan aktivitas yang disukainya, seperti bermain sepeda sore, bermain game, dll. Sebagai masukan, sebelum bepergian bersama keluarga, biasakan juga untuk memberikan “briefing” dan “make a DEAL” kepada anak tentang rencana atau aturan untuk acara perjalanan. Hal ini dapat mengkondisikan anak agar tidak meminta apa-apa lagi. Semoga berhasil, semoga berhasil! Ingatlah selalu, lakukan ini dengan tenang, sabar dan tegas..! ITU KUNCI UTAMA. Dulu saya membutuhkan waktu 2 tahun untuk mengubah perilaku anak-anak saya yang suka mengamuk menjadi anak yang suka berbicara dengan baik untuk menyampaikan keinginannya. Dan alhamdulillah kelakuan tantrumnya hanya menjadi kenangan masa lalunya dan keluarga kami.

Baca Juga :  15 Gangguan Mood Pada Anak yang Harus Diwaspadai

About administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published.