pendidikan dasar
images source : freepik.com

Pendidikan Sekolah Dasar

Pendidikan adalah sebuah kegiatan sistematis untuk memanusiakan manusia. Dengan adanya program pendidikan hal ini dapat meningkatkan pola pikir dan menatlitas seorang manusia hingga kedepannya bisa membentuk pribadi yang lebih baik. Dalam Undang-undang RI No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 ayat 1 disebutkan bahwa

“Pendidikan adalah Usaha sadar untuk mempersiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang”.

Sedangkan untuk proses pendidikan, jenjang satuan pendidikan yang dianggap sebagai tahap awal pendidikan adalah sekolah dasar. Pada masa ini siswa mengalami proses pendidikan dan pembelajaran. Secara umum pengertian sekolah dasar dapat disimpulkan sebagai lembaga pendidikan yang menyelenggarakan proses pendidikan dasar dan melandasi proses pendidikan pada jenjang berikutnya.

Proses pendidikan itu sendiri diadakan bagi anak yang dalam hal ini telah mencapai usia 7 (tujuh) tahun dengan anggapan bahwa anak pada usia tersebut telah memiliki tingkat pemahaman dan kebutuhan pendidikan yang sesuai dengan dirinya.

Penyelenggaraan pendidikan dasar tidak lain adalah memberikan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dasar kepada peserta didik. Selanjutnya pendidikan dasar ini akan dikembangkan untuk meningkatkan kualitas diri peserta didik.

Tujuan operasional pendidikan Sekolah Dasar (SD) yang tertuang dalam Kurikulum Pendidikan Dasar adalah memberikan keterampilan dasar membaca, menulis dan berhitung, wawasan dan keterampilan dasar yang berguna bagi siswa sesuai dengan tingkat perkembangannya. Selain itu juga untuk mempersiapkan mereka menghadapi pendidikan pada jenjang selanjutnya, yaitu pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SLTP).

Sekolah dasar dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang dalam hal ini melandasi 3 (tiga) aspek dasar, yaitu pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Ketiga aspek tersebut merupakan fondasi terpenting dari pendidikan. Manusia membutuhkan sikap atau sikap positif terhadap kehidupan untuk dapat hidup

Pendidik karakter secara sederhana, pendidikan karakter dapat diartikan sebagai segala upaya yang dapat dilakukan untuk mempengaruhi karakter peserta didik. Namun untuk mengetahui makna yang sebenarnya, dapat dikemukakan di sini definisi pendidikan karakter yang dikemukakan oleh Thomas Lickona. Jenjang satuan pendidikan yang dianggap sebagai basis pendidikan adalah sekolah dasar. Di sekolah ini, siswa mengalami proses pendidikan dan pembelajaran. Dan secara umum dapat dikatakan bahwa sekolah dasar adalah lembaga pendidikan lanjutan. Pendidikan ini diselenggarakan untuk anak-anak yang berusia tujuh tahun dengan asumsi bahwa anak-anak usia tersebut memiliki tingkat pemahaman dan kebutuhan pendidikan yang sesuai dengan dirinya.

Pendidikan dasar memang diselenggarakan untuk memberikan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dasar bagi peserta didik. Pendidikan dasar ini dikembangkan lebih lanjut untuk meningkatkan kualitas diri peserta didik. Kita harus memahami arti sekolah dasar agar kita dapat berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang diadakan di tingkat ini. Meskipun kita mengenal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), setidaknya mereka mengutamakan melatih anak bersosialisasi dengan teman dan masyarakat, bukan mengikuti pendidikan dan pembelajaran yang mengarah pada pemahaman ilmu.

Pengertian sekolah dasar dapat dikatakan sebagai suatu kegiatan yang melandasi tiga aspek dasar, yaitu pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Ketiga aspek tersebut merupakan landasan atau landasan terpenting dari pendidikan. Kita adalah hal terpenting dalam hidup. Kita membutuhkan sikap hidup yang positif agar hidup kita berjalan dengan lancar. Pengetahuan dasar juga kita perlukan agar setiap kali berinteraksi kita tidak ketinggalan informasi. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah skill. Di SD, kegiatan pembekalan diberikan selama enam tahun berturut-turut.. pada saat ini siswa dikondisikan untuk dapat bersikap dengan sebaik-baiknya. Pengertian sekolah dasar sebagai dasar pendidikan harus benar-benar dipahami oleh setiap orang agar dapat mengikuti pola pendidikan. Menentukannya, dalam hal ini kegiatan pendidikan dan pembelajaran mengedepankan landasan bagi kegiatan selanjutnya. Tanpa pendidikan dasar, tentu sulit bagi kita untuk memahami konsep-konsep baru di tingkat yang lebih tinggi.

Pengertian pendidikan di sekolah dasar adalah upaya mencerdaskan dan mencetak kehidupan bangsa yang bertakwa, mencintai dan bangga akan bangsa dan negara, cakap, kreatif, berakhlak mulia, serta mampu memecahkan masalah di lingkungannya. . Pendidikan di sekolah dasar adalah pendidikan anak usia 7 sampai dengan 13 tahun sebagai pendidikan pada tingkat dasar yang dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah atau karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat bagi peserta didik.

Mengenai sistem pendidikan nasional dijelaskan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana yang tertuang dalam tujuan pendidikan nasional dan pendidikan di sekolah dasar.

Tujuan pendidikan nasional adalah mengarahkan berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara. , yang demokratis, dan memiliki tanggung jawab. Sedangkan tujuan pendidikan sekolah dasar adalah untuk meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, dan keterampilan untuk hidup mandiri, dan mengikuti pendidikan lebih lanjut, sehingga siswa dapat memiliki dan menanamkan sikap pengertian terhadap orang lain.

Pendidikan merupakan bidang yang sangat penting dalam membangun suatu negara. Negara maju tentunya dapat memiliki sistem dan kualitas pendidikan yang sangat baik. Hal ini dikarenakan sektor pendidikan sangat berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia.

Di Indonesia, pendidikan formal terutama dibagi menjadi beberapa jenjang, yaitu pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Pendidikan dasar mempengaruhi jenjang pendidikan menengah dan tinggi serta merupakan kelanjutan dan kesinambungan pendidikan dasar.

Hal ini menjadikan pendidikan dasar sebagai acuan sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Jika tingkat pendidikan dasar tidak diperhatikan, kemungkinan kualitas pendidikan akan kurang baik.

Melalui pendidikan dasar, peserta didik dibekali dengan keterampilan dasar yang berkaitan dengan keterampilan berpikir kritis, membaca, menulis, berhitung, menguasai dasar-dasar mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi, dan keterampilan komunikasi yang merupakan tuntutan minimal dalam kehidupan bermasyarakat.

Pendidikan dasar memberikan dasar-dasar untuk memberikan dasar-dasar untuk mengikuti pendidikan di tingkat pendidikan. Keberhasilan pendidikan di sekolah menengah dan universitas banyak dipengaruhi oleh keberhasilan dalam mengikuti pendidikan dasar.

Jenjang pendidikan dasar di Indonesia yang biasa dijumpai di Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) menjadi dasar program wajib belajar 12 tahun. Program wajib belajar yang semula 6 tahun diubah menjadi 9 tahun, dan sekarang menjadi 12 tahun sebagai kebijakan pemerintah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan.

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi perkembangan bangsa Indonesia di masa depan. Khususnya pendidikan dasar, karena pada jenjang pendidikan dasar siswa akan dibentuk karakter menjadi seperti di masa depan. Perkembangan pendidikan sekolah dasar di Indonesia masih baru, banyak yang perlu dibenahi karena masih banyak permasalahan yang muncul. Pemerintah harus memperhatikan detail seperti kurangnya sarana dan prasarana dan banyak yang perlu dimutakhirkan, kekurangan guru perpustakaan, kekurangan guru, rendahnya kualitas lulusan pendidik yang berkualitas, hingga anggaran dana pendidikan yang harus dikeluarkan. dialokasikan dengan benar.

Saya pikir ketika kita memilih sekolah, kita pasti menginginkan sekolah yang berkualitas untuk anak Anda. Karena sekolah yang berkualitas akan mempengaruhi pendidikan yang akan diterima anak Anda nantinya. Ciri-ciri sekolah yang berkualitas tidak dilihat dari gedung sekolah yang megah, fasilitas belajar yang lengkap, dan label internasional yang tidak menjamin sekolah tersebut benar-benar berkualitas dan sesuai dengan pola belajar anak Anda.

Baca Juga :  Peranan Penting Keluarga Dalam Pendidikan Nilai Dan Karakter

Sekolah mahal dan bergengsi juga terkadang menimbulkan masalah, tidak hanya bagi perekonomian Anda tetapi juga dapat menimbulkan masalah sosial bagi anak-anak Anda. Dan ciri-ciri sekolah berkualitas yang perlu anda ketahui adalah :

Ciri pertama sekolah yang berkualitas adalah sekolah tersebut memiliki visi dan misi yang dapat membangun karakter positif siswa dan disertai dengan prestasi akademik yang tinggi.

Sekolah memiliki program pelatihan terpadu bagi guru yang akan menghasilkan pembelajaran berkualitas yang efektif dan menyenangkan bagi anak.

Memiliki evaluasi keseluruhan yang keteladanan dan positif antara sekolah, guru, siswa dan juga orang tua

Ciri-ciri sekolah yang berkualitas adalah sekolah tersebut memiliki ciri-ciri melihat secara komprehensif setiap potensi dan kecerdasan siswa, serta mengembangkannya untuk mencapai potensi yang maksimal.

Melaksanakan pembelajaran yang inovatif dan interaktif dalam rangka merancang munculnya kemampuan dan sikap kritis atau rasa ingin tahu siswa sesuai dengan usia pertumbuhannya.

Menjadikan sekolah sebagai sekolah manusia juga merupakan ciri dari sekolah yang berkualitas. Artinya sekolah benar-benar mendidik dan mengarahkan siswa dengan sepenuh hati dan sesuai dengan kemampuannya sehingga menghasilkan siswa yang berkepribadian positif.

Pihak sekolah menitikberatkan pada upaya pencegahan permasalahan yang timbul dengan berkomitmen bekerja sejak awal, hal ini ditunjukkan dengan adanya SOP (Standard Operating Procedure).

Sekolah memandang sebagai bagian integral dari budaya. Sekolah fokus pada pelanggan, baik pelanggan internal maupun eksternal. Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi masyarakat yang membutuhkan lpelayanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, tambahan, dan atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka menunjang pendidikan sepanjang hayat. Kursus dan pelatihan diselenggarakan bagi masyarakat yang membutuhkan pengetahuan, kecakapan hidup, dan sikap untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, pekerjaan, usaha mandiri, dan/atau pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Persyaratan untuk memperoleh izin meliputi isi pendidikan, jumlah dan kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana pendidikan, pembiayaan pendidikan, sistem evaluasi dan sertifikasi, serta pengelolaan dan proses pendidikan. hukum dan peraturan yang berlaku. Ketentuan mengenai pendirian satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.

Pengertian pendidikan sekolah pada lembaga pendidikan formal yang diakui oleh lembaga pendidikan negara adalah sesuatu yang harus dilakukan di Indonesia, mulai dari anak penyapu jalan, anak pedagang martabak Mesir, anak bismen, anak pejabat tinggi negara, dan sebagainya. , mereka harus bersekolah minimal 9 tahun. sampai lulus SMA.

Sebagai lembaga pendidikan formal, sekolah yang lahir dan berkembang secara efektif dan efisien dari pemerintah untuk masyarakat merupakan instrumen yang berkewajiban memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam menjadi warga negara. Ada beberapa ciri proses pendidikan yang berlangsung di sekolah, yaitu pendidikan diselenggarakan secara khusus dan dibagi ke dalam tingkatan-tingkatan yang mempunyai hubungan hierarkis. Waktu pendidikan cukup lama sesuai dengan program pendidikan yang harus diselesaikan. Materi atau konten pendidikan lebih bersifat akademis dan umum Ada penekanan pada kualitas pendidikan dalam menanggapi kebutuhan di masa depan.

Pada dasarnya pendidikan di sekolah merupakan bagian dari pendidikan dalam keluarga. Pendidikan di sekolah berarti pendidikan yang diperoleh seseorang di sekolah secara teratur, sistematis, bertingkat dan mengikuti persyaratan yang jelas dan tegas (mulai dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi). Sekolah merupakan lembaga atau tempat belajar seperti membaca, menulis dan belajar berperilaku baik.

Sekolah merupakan bagian integral dari suatu masyarakat yang dihadapkan pada kondisi nyata yang dihadapi masyarakat saat ini. Sekolah juga merupakan lingkungan kedua tempat anak-anak berlatih dan mengembangkan kepribadiannya. Jadi, sekolah sebagai suatu sistem sosial dibatasi oleh seperangkat unsur kegiatan yang berinteraksi dan membentuk suatu kesatuan sosial sekolah yang begitu aktif secara kreatif artinya sekolah dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat dalam hal ini adalah orang-orang terpelajar.

Pada tanggal 16 Mei 2005 diterbitkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Dengan PP 19/2005, seluruh sekolah di Indonesia diarahkan untuk mampu menyelenggarakan pendidikan yang memenuhi standar nasional. Standar pendidikan secara bertahap harus dipenuhi oleh sekolah. Sekolah juga mengukur penerapan delapan standar melalui akreditasi sekolah.

Dari pengertian tersebut, sekolah adalah lembaga atau organisasi yang berwenang menyelenggarakan kegiatan pembelajaran. Sebagai organisasi sekolah mempunyai syarat-syarat tertentu dimana pendidikan yang diperoleh seseorang disekolah adalah teratur, sistematis, berjenjang dan syarat-syaratnya jelas dan tegas.

Merupakan tanggung jawab lembaga sekolah untuk menyelenggarakan pengembangan pendidikan bagi anak didiknya berdasarkan keyakinan dan tuntutan lingkungan keluarga dan masyarakat yang tidak mampu atau mempunyai kesempatan untuk mengembangkan pendidikan di lingkungannya masing-masing, mengingat berbagai keterbatasan yang dimiliki orang tua anak. memiliki. Akan tetapi, tanggung jawab utama pendidikan tetap berada di tangan orang tua anak.

Bangga terhadap bangsa dan negara, terampil, kreatif, santun, dan mampu memecahkan masalah di lingkungannya. Pendidikan di Sekolah Dasar adalah pendidikan anak usia 7 sampai dengan 13 tahun sebagai pendidikan pada tingkat dasar yang dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah/karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat bagi peserta didik. Di sinilah siswa sekolah dasar ditempa dalam berbagai bidang studi yang kesemuanya harus dikuasai oleh siswa. Tidak salah jika sekolah dasar disebut sebagai pusat pendidikan. tidak hanya di dalam kelas, proses pembelajaran terjadi tetapi di luar kelas juga termasuk dalam kegiatan pembelajaran.

Dalam (UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional) dijelaskan bahwa pengertian pendidikan adalah usaha sadar dan terencana yang tertuang dalam tujuan pendidikan nasional dan pendidikan di sekolah dasar, yaitu menciptakan suasana belajar. dan proses kegiatan pembelajaran dengan tujuan agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat, dalam berbangsa dan bernegara. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata pendidikan berasal dari kata ‘didik’ dan mendapat akhiran ‘pe’ dan akhiran ‘an’, dari pengertian tersebut dapat dijelaskan bahwa pendidikan memiliki arti cara mendidik. siswa atau memotivasi siswa untuk berperilaku baik dan bangga. Jika dijelaskan secara khusus, maka pengertian pendidikan adalah suatu proses perubahan sikap dan perilaku seseorang atau sekelompok orang dalam upaya mendewasakan manusia melalui upaya belajar mengajar. atau dapat disimpulkan sebagai upaya sadar untuk mempersiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau pelatihan untuk peran mereka di masa depan.

Pengertian pendidikan di sekolah dasar memiliki arti yang sama dengan definisi yang telah dijelaskan di atas, tetapi hanya lokasi penonton atau siswa yang membedakan. Artinya pendidikan di sekolah dasar difokuskan pada siswa kelas dasar antara kelas 1 sampai kelas 6 yang ketentuan materi dan materi pelajarannya diatur tersendiri dalam GBPP (Garis Besar Program Pengajaran). Sehingga pendidikan di sekolah dasar dengan ruang lingkupnya mencakup materi sekolah dasar yang diselenggarakan sepanjang hayat sebagai pendidikan lanjutan dengan tujuan yang sama seperti yang dijelaskan dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan.

Baca Juga :  4 Cara Efektif Kelola Biaya Pendidikan Anak

Tujuan pendidikan nasional adalah mengarahkan berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. negara. Sedangkan tujuan pendidikan sekolah dasar adalah untuk meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, dan keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Dengan demikian siswa dapat memiliki dan menanamkan sikap karakter terhadap orang lain.

(1). Pasal 31, ayat 3 menyebutkan, “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang”, (2). Pasal 31, ayat 5 menyebutkan, “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menunjang tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia”.

Tujuan pendidikan di sekolah dasar, seperti pada tujuan pendidikan nasional, yang juga telah tertuang dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 adalah seperti pada penjabaran dalam Undang-undang Dasar 1945 Pasal 3 menyebutkan, “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

Dari kutipan Undang-undang tersebut di atas sebagaimana landasannya, maka tujuan pendidikan di sekolah dasar sendiri dapat diuraikan meliputi beberapa hal yaitu, (1). Beriman dan bertaqwa terhadap TuhanNya, (2). Mengarahkan dan membimbing siswa ke arah situasi yang berpotensi positif, berjiwa besar, kritis,cerdas dan berakhlak mulia, (3). Memiliki rasa cinta tanah air, bangga dan mampu mengisi hal yang bertujuan membangun diri sendiri bangsa dan negara, (4). Membawa siswa sekolah dasar mampu berprestasi ke jenjang selanjutnya.

Esensi utama pendidikan sekolah dasar adalah berusaha menanamkan keimanan kepada Tuhan sesuai dengan agamanya masing-masing. Dengan harapan mahasiswa dapat menanamkan sikap moral, sopan dan santun antar sesama manusia tanpa membedakan ras, suku, dan agama. Sehingga pada akhirnya mahasiswa dapat menjadi pribadi yang bertanggung jawab, cakap, berdedikasi tinggi terhadap bangsa dan negaranya. Pengertian pendidikan di sekolah dasar benar-benar mendidik dan mengembangkan pengetahuan bagi siswa di sekolah dasar untuk memiliki sikap kebersamaan dalam upaya menghasilkan generasi muda yang bertanggung jawab.

Pendidikan di sekolah dasar adalah suatu lembaga yang dikelola dan diatur oleh pemerintah yang bergerak dalam bidang pendidikan yang diselenggarakan secara formal yang berlangsung selama 6 tahun dari kelas 1 sampai kelas 6 bagi anak-anak atau siswa di seluruh Indonesia, tentunya dengan maksud dan tujuan yang tidak lain. daripada agar anak Indonesia menjadi pribadi yang diamanatkan atau yang dicita-citakan dalam UUD 1945. Dalam pelaksanaannya, pendidikan di sekolah dasar diberikan kepada siswa dengan sejumlah materi atau mata pelajaran yang harus dikuasai semua. Mata pelajaran tersebut meliputi pendidikan agama (diberikan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing siswa yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha), pendidikan kewarganegaraan, bahasa Indonesia, IPA, IPS, matematika, pendidikan jasmani dan olahraga, seni. , budaya dan kerajinan, ditambah mata pelajaran muatan lokal pilihan yang disesuaikan dengan daerahnya masing-masing, seperti mata pelajaran bahasa Inggris, bahasa daerah (sesuai daerahnya masing-masing), dan membaca dan menulis Alquran. Pemberian materi lokal dimaksudkan agar budaya dan tradisi di daerahnya (siswa) tidak tergerus oleh perkembangan budaya asing atau budaya baru yang hadir di lingkungan siswa. Dengan demikian, penanaman budaya lokal di setiap daerah di seluruh Indonesia tetap lestari dan terjaga keasliannya sebagai aset nasional sebagai bangsa yang kaya akan keanekaragaman budaya.

Dengan keragaman budaya yang dimiliki bangsa Indonesia, maka latar belakang pendidikan di sekolah dasar Indonesia mengacu pada akar budaya bangsa, dimana hal tersebut dapat ditegaskan berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 pasal 31 ayat 3 dan ayat 5 yang akan diuraikan oleh penulis di bagian selanjutnya. . Selain mengajar, guru sekolah dasar juga merupakan pendidik yang berkewajiban untuk selalu menanamkan dalam diri siswa atau siswanya agar menjadi jiwa dan manusia yang menjunjung tinggi budaya bangsa sebagaimana tertuang dalam amanat undang-undang tersebut di atas. Alhamdulillah, hal ini jelas tertanam dalam jiwa siswa ketika siswa bertemu dengan guru di jalan dan menyapa guru sambil mencium tangan guru. Contoh lain dari latar belakang pendidikan di sekolah dasar yang mengacu pada budaya bangsa adalah pembacaan doa sebelum pelajaran dimulai, menghormati guru sebagai orang tua kandungnya sendiri, saling membantu antar teman dalam bentuk kerjasama, dan banyak contoh kasus lainnya seperti penyediaan materi pelajaran bahasa. daerah, berpakaian rapi dan sopan dan sebagainya.

Dari uraian di atas, pendidikan di sekolah dasar sebagai pendidikan formal bagi anak-anak generasi penerus bangsa dikemas berdasarkan karakter dan budaya bangsa yang kemudian ditentukan melalui kurikulum. kemudian dari kurikulum ini roda pendidikan digerakkan dan dijalankan.

Sejalan dengan itu, untuk menghadapi tantangan global ke depan pemerintah telah mempersiapkan dan mencetak bibit-bibit bangsa untuk menjadi atau memiliki sumber daya manusia yang handal, tentunya disertai dengan berbagai cara dan upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengupayakan kualitas dan kualitas pendidikan di sekolah. Dasar ini di Indonesia dapat meningkat seiring dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu cara yang saat ini sedang dilakukan adalah dengan meningkatkan kinerja guru sebagai pendidik dan sebagai sarana sumber belajar bagi siswa dengan memberikan pembekalan dan pelatihan, menaikkan gaji pokok guru yang sering kita dengar dengan “sertifikasi”, dan pemberian BOS dana untuk kelangsungan hidup. dan kelancaran kegiatan belajar di sekolah masing-masing.

Hal-hal tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap pendidikan. Perlu disadari bahwa pendidikan merupakan tulang punggung kemajuan suatu bangsa. Artinya pendidikan memberikan kontribusi peran yang sangat signifikan dalam mencetak tunas bangsa sehingga nantinya dapat menggantikan generasi tua dengan kepribadian yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila sebagai falsafah bangsa Indonesia.

Ada satuan di tingkat sekolah dasar, dan siswa adalah siswa yang membutuhkan arahan, pengembangan, dan jembatan menuju perkembangan yang kompleks. Oleh karena itu, pendidikan sekolah dasar pada hakikatnya adalah pendidikan yang lebih mengarahkan dan memotivasi siswa untuk belajar lebih banyak. Hal ini dikarenakan siswa sekolah dasar adalah anak yang unik dan membutuhkan perhatian. Keunikan mereka dilatarbelakangi oleh perubahan dalam berbagai aspek sikap, gerak dan kecerdasan yang mempengaruhi perkembangan mereka.

Baca Juga :  Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Sekilas tentang sejarah kelam pendidikan di Indonesia, mulai dari masa penjajahan, jumlah sekolah di Indonesia bisa dihitung dengan jari. Padahal, sekolah yang ada saat itu hanyalah sekolah dasar. Menurut penuturan guru saya waktu SD sekitar tahun 1992, beliau bercerita bahwa sekolah waktu itu (masa penjajahan) hanya ada sampai kelas tiga. Sekarang alhamdulillah sudah banyak sekolah yang berdiri, bahkan di satu desa sudah ada 2-3 sekolah. Terutama sekolah dasar, juga sekolah dasar, tinggal memilih sekolah mana yang Anda sukai untuk sekolah. Kini saatnya menjaga dan meningkatkan kualitas dan kuantitas sekolah itu sendiri. Agar dapat memberikan manfaat yang lebih baik bagi generasi selanjutnya.

Pendidikan nonformal atau formal yang diberikan kepada anak tidak hanya dalam kerangka pendidikan keluarga, tetapi pemberian dan pemahaman pendidikan kepada anak lain juga tergantung pada jenjang sekolah dasar. Pendidikan sekolah dasar merupakan faktor yang sangat penting. mengapa demikian? Pada jenjang sekolah dasar ini, dasar perkembangan kemampuan berpikir dan belajar anak mempengaruhi dan mempengaruhi pada jenjang selanjutnya. Artinya, perkembangan mental, fisik, dan kecerdasan anak terkonsentrasi antara usia 0 hingga 12 tahun. Masa-masa tersebut merupakan masa keemasan bagi perkembangan anak baik secara fisik maupun psikis. Oleh karena itu, di sekolah dasar, anak perlu diberi kebebasan untuk menerima ilmunya sebanyak-banyaknya dan dengan tulus. Lingkungan sekolah merupakan tempat yang memiliki dampak signifikan terhadap kemungkinan berkembangnya pembelajaran anak sekolah dasar ke dunia yang lebih baik sebagaimana yang ditetapkan oleh pemerintah menuju pencapaian tujuan pendidikan di sekolah dasar dan menengah. Setiap orang tua menginginkan dan mendambakan seorang anak yang dapat membanggakan orang tuanya. Bagaimana dengan anak-anak kita? Anak adalah generasi penerus bangsa. Sebagai orang tua tentunya kita berharap agar kelak anak-anak kita menjadi sumber penunjang kehidupan yang dapat bermanfaat bagi bangsa, agama, negara dan keluarga. Disinilah peran penting sekolah dasar sebagai ujung tombak keberhasilan tunas bangsa yang mampu menghadapi permasalahan bangsanya di masa depan. Oleh karena itu, di setiap satuan sekolah di seluruh Indonesia telah banyak dilakukan pembangunan dan peningkatan sedikit demi sedikit baik dalam bidang sarana dan prasarana. Mari kita dukung program pemerintah dengan itikad baik dengan penuh harapan, dan semoga pendidikan di negara yang kita cintai ini semakin hari semakin baik.

Pada usia sekolah dasar 7-12 tahun, pemikiran mereka cenderung ingin tahu dan eksperimental. Hal tersebut menjadi dasar, bahwa sekolah dasar merupakan pusat dinamika utama pendidikan anak. Anak sekolah dasar akan lebih peka dan tajam dalam menyerap segala ilmunya. Oleh karena itu, agar tahapan perkembangan belajar anak sekolah dasar dapat berjalan secara optimal, diperlukan disiplin belajar yang berkesinambungan. Sehingga perkembangan pembelajaran bagi anak di sekolah dasar kedepannya akan berkembang secara optimal. Siapa yang tidak ingin memiliki anak yang cerdas, cakap, kreatif dan juga berakhlak mulia.

Dari semua itu, konsep pendidikan di sekolah dasar adalah lembaga yang menangani bidang pendidikan berupa sekolah dasar yang mata pelajarannya beragam dan harus dapat dijangkau oleh siswa. Keberagaman ini membuat siswa lebih fokus untuk mengikuti proses pembelajaran di kelas. Tentu menjadi tantangan bagi guru untuk dapat mengubah paradigma lama dan menciptakan paradigma baru yang dapat dan dapat diterima oleh siswa di sekolah dan juga dapat diterima oleh masyarakat. Dengan cara ini, siswa dan masyarakat memahami bahwa sekolah bukan hanya tempat untuk belajar dan mencari ilmu, tetapi yang lebih penting, keberadaan sekolah dapat menghadirkan lingkungan belajar yang nyaman, bahagia dan menyenangkan bagi siswa, sehingga siswa betah. dan mendorong motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, diperlukan suatu cara atau upaya untuk menciptakan suasana sekolah dasar yang kondusif untuk membentuk integrasi hubungan yang baik antar teman sekelas, seperti yang telah dijelaskan pada uraian di atas. Sebagai makhluk sosial yang dikaruniai akal, pikiran, perasaan, dan karsa dari Tuhan. Orang tentu membutuhkan hal-hal yang meliputi makanan, minuman, pakaian, rumah atau tempat tinggal. Selain kebutuhan sandang dan papan, masyarakat juga membutuhkan pendidikan untuk membekali mereka dengan pengetahuan untuk menghadapi persoalan hidup yang semakin sulit menjelang akhir hayatnya.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pendidikan merupakan kebutuhan primer. yang berarti menunjukkan kebutuhan yang harus dimiliki orang sejak lahir sampai liang lahat. Pendidikan menjadi pedoman mandiri bagi setiap orang untuk hidup lebih baik, baik di dunia ini maupun di akhirat.

Berangkat dari latar belakang tersebut, pendidikan selalu melakukan perubahan sesuai dengan pengetahuan dan penemuan baru. Pendidikan sekolah dasar sebagai lembaga yang mengajarkan dan memberikan ilmu pengetahuan pada tingkat dasar, sebagai pencetak generasi penerus bangsa, yang dapat diandalkan di masa yang akan datang dalam memecahkan masalah dan permasalahan baik di masyarakat maupun di bangsa dan negara. negara.

Hal ini perlu dibicarakan dan diketahui oleh para guru pada khususnya, karena keberhasilan pendidikan dan pada umumnya semua jenjang Depdiknas dan pemerintah untuk mencapai tujuan tersebut memerlukan pemikiran yang objektif dalam pelaksanaannya. Langkah pertama yang harus diperhatikan adalah mengetahui kebutuhan siswa sekolah dasar. Apa kebutuhan siswa sekolah dasar? Ada dua aspek kebutuhan: kebutuhan eksternal dan internal.

Kebutuhan eksternal lebih terfokus pada kebutuhan perlengkapan sekolah seperti seragam, buku, tas, sepatu, pensil dan perlengkapan sekolah lainnya. Dan kebutuhan kedua, yang juga sangat penting, adalah kebutuhan batin. Kebutuhan ini lebih pada semangat yang muncul dalam diri siswa untuk meningkatkan prestasi, bakat dan minat yang terpendam pada setiap siswa agar lebih termotivasi dan termotivasi. Artinya perlunya bantuan orang lain, yang dalam hal ini tentu saja guru. Sekali lagi, tugas guru SD di dalam kelas bukan hanya menyediakan materi/sumber atau guru, tetapi lebih dari itu, guru kelas juga menjadi motivator dan mentor untuk memikat siswanya menuju prestasi yang membanggakan. Dengan demikian, bimbingan merupakan suatu pelayanan yang harus diberikan guru kepada seluruh siswa di sekolah dasar, dan guru harus mengetahui kebutuhan siswanya untuk memberikan layanan bimbingan agar tahap pengembangan pembelajaran terlampaui dengan baik.

Bimbingan adalah membantu orang menyesuaikan diri dengan belajar dari pengalaman belajarnya di sekolah guna mencapai perkembangan yang optimal. Bimbingan adalah suatu proses yang bentuk kegiatannya dilakukan secara terus-menerus, terus menerus, dan tidak seketika atau kegiatan yang asal-asalan. Jadi, pengelolaan siswa sekolah dasar merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara sistematis dan sistematis. karena pada usia sekolah dasar merupakan tahap perkembangan yang dinamis, holistik dan unik. Kepemimpinan, tentu saja, memperhitungkan keragaman dan keunikan individu. Tidak ada metodologi bimbingan umum untuk semua siswa. Namun, panduan ini ditafsirkan berdasarkan kasus per kasus tergantung pada pengalaman dan tingkat kebutuhan siswa.

About administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published.