13 HAL YANG HARUS DIHINDARI GURU SAAT MENGAJAR

Sangat penting untuk diketahui berikut adalah informasi terbaru tentang 13 Hal yang Harus Dihindari Guru.

1. Tidak menguasai materi

Materi pendidikan merupakan inti utama dari sistem pembelajaran. Kami tidak akan mengajarkan apa yang kami sendiri belum kuasai. Memang tidak ada yang bisa memahami semuanya dengan sempurna, jadi kita harus terus belajar mengajar. Untuk membuat konsep yang kami ajarkan terdengar solid, siswa mencintai Anda sebagai guru.

[the_ad id=”876″]

Jadi dianjurkan untuk banyak membaca, dan waspada terhadap isu-isu terpanas. Dengan menghubungkan materi pelajaran dan isu-isu topikal mengenai siswa, Anda akan membuat kesan yang lebih besar pada siswa. Dan mungkin itu sebabnya mereka mempelajari materi dengan lebih baik.

2. Jarang disertakan

Banyak guru yang sibuk dengan kegiatan di luar sekolah, mungkin untuk urusan keluarga atau bisnis. Kepentingan bisnis dan keluarga dapat dikejar selama tidak mengganggu kegiatan pembelajaran di kelas, apalagi jika tidak melalaikan tugas mengajar.

Mungkin siswa akan senang ketika jam pelajaran kosong, tetapi rasa hormat siswa akan berkurang. Siswa yang pintar akan frustasi karena tidak mendapatkan materi pelajaran dengan baik dan waktu mereka terbuang percuma.

3. Berpakaian tidak rapi (hambar)

Bagi siswa, guru adalah sosok yang bisa mereka teladani. Tapi bagaimana jika gurunya tidak berpakaian rapi, apalagi mencolok. Siswa akan tidak sopan kepada guru yang berpakaian tidak rapi. Kurangnya rasa hormat ini biasanya mengakibatkan siswa tidak dapat menerima materi pembelajaran dengan baik.

[the_ad id=”876″]

4. Bicara kasar

Pidato kepada siswa harus halus, menarik, penuh perhatian. setiap arahan, nasihat, dan perkataan harus diucapkan dengan lemah lembut. Kalaupun siswa sulit memberi nasehat, kata-kata yang tegas dan konsisten sudah cukup.

Baca Juga :  Pendidikan Sekolah Dasar

Siswa akan mengerti apa yang boleh dan apa yang dilarang jika kita tegas. Ya.. hanya kekerasan, kekerasan berbeda dengan kekasaran. Hindari kata-kata dan ancaman yang keras dan keras. Jika hal ini terjadi, maka pelatihan yang diberikan tidak akan efektif. siswa akan mengejek dan mengejek guru yang sering berbicara kasar.

5. Memberi pekerjaan rumah atau pekerjaan rumah tanpa memeriksa

Pekerjaan rumah (PR) memang bisa membuat siswa rajin belajar di rumah. Mereka akan menemukan waktu untuk kelas tambahan untuk menyelesaikan tugas guru mereka. Tetapi ketika guru menyia-nyiakan ketulusan mereka, mereka menjadi frustrasi dan semangat mereka untuk pekerjaan rumah berikutnya berkurang. Guru yang tidak mengecek pekerjaan rumah siswa otomatis tidak disukai siswa.

6. Menghukum sewenang-wenang

Hukuman murid harus didasarkan pada kasih sayang, kebijaksanaan dan kebijaksanaan. Jangan menghukum siswa berdasarkan kebencian, permusuhan, atau emosi yang tidak terkendali. Guru adalah pembimbing spiritual siswa, sehingga perilakunya harus sesuai dengan statusnya sebagai pembimbing moral dan spiritual.

Jika hukuman didasarkan pada sifat kasih sayang, guru akan didasarkan pada sifat kasih sayang, maka guru akan menghindari cara-cara yang di luar batas kewajaran, dan bahkan tidak akan menghukum siswa dengan hal-hal positif untuk meningkatkan kemampuan dan integritas moralnya.

7. Pilih cinta (tidak adil)
Sikap pilih kasih atau ketidakadilan akan membuat kebijaksanaan guru tidak menghargai murid-muridnya. Mereka akan bertindak terlepas, seolah-olah tidak mendengarkan instruksi guru. Oleh karena itu, sikap pilih kasih tidak boleh ditunjukkan oleh guru kepada siswa. Bersikap adil dan mulailah menanamkan pada siswa Anda kemampuan untuk menilai sendiri mana yang baik dan mana yang buruk. Bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi, sehingga siswa akan lebih dewasa.

Baca Juga :  13 Cara Mengajarkan Anak Percaya Diri

8. Bodoh di dalam dan di luar kelas
Jika guru bersikap acuh terhadap murid-muridnya, baik di dalam kelas maupun di luarnya. Sehingga siswa tidak dapat mengalami hubungan emosional yang positif antara guru dan siswa. Mereka akan belajar hanya dalam arti formal, tetapi tidak akan memiliki hubungan psikologis yang dekat dan bermanfaat.

9. Tidak memberi contoh yang baik
Siswa adalah peniru yang hebat. Apalagi jika kita memberi contoh yang buruk, siswa sangat cepat menirunya. Karena itu, jika memungkinkan, hindari perbuatan buruk. Sebaliknya, berikan contoh yang baik, seperti membuang sampah pada tempatnya.

Perhatikan kebersihan, sapu ringan atau sikat meja guru. Dengan demikian, siswa akan termotivasi untuk melakukan perbuatan baik. Dan ketika kita menasehati siswa akan lebih mudah, karena sudah ada contoh yang baik dari guru.

10. Keras (tidak humoris)
Kurangnya rasa humor merupakan ciri guru yang tidak disukai siswa karena guru yang keras tanpa humor biasanya menimbulkan rasa tegang dalam pembelajaran sehingga siswa tidak dapat mengikuti proses KM dengan benar. Siswa lebih menyukai guru yang humoris. Setidaknya para siswa merasa lebih nyaman di dalam kelas. Biasanya guru yang humoris ini disukai dan dinantikan oleh siswa.

12. Perbandingan
Guru yang suka membandingkan siswa satu sama lain atau dengan kelas lain dapat menyebabkan siswa merasa tidak disukai. Siswa akan merasa terhina dan tidak dihargai. Apalagi anak sekolah pada masa remaja yang harga dirinya sangat tinggi sangat mudah tersinggung. Jadi hindari membandingkan siswa di depan mereka.

[the_ad id=”876″]

13. Tidak dapat mengingat nama siswa
Menghafal nama siswa satu per satu adalah tugas yang sulit. Apalagi kami mengajar di sekolah dengan jumlah siswa yang banyak. Dengan mengetahui nama siswa, kita bisa mengenalnya lebih dekat dan mengetahui ciri-cirinya. Siswa juga merasa lebih dihargai.

Baca Juga :  17 Cara Mengajar Balita yang Baik dan Benar

Jika sulit untuk mengingat, luangkan waktu sejenak untuk memulai pelajaran. Misalnya, di awal pelajaran, kami melacak kehadiran siswa dan memperhatikan setiap siswa dengan sedikit obrolan. Jadi setidaknya kita memahami wajah para siswa dan nama panggilan mereka.

About administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published.